9 Proses Pembuatan Kain Sasirangan
Kain sasirangan
merupakan kerajinan khas Kalimantan Selatan yang banyak dimanfaatkan sebagai
ikat kepala, sabuk untuk kaum lelaki, serta sebagai selendang, kerudung, dan
juga kemben bagi kaum wanita meski mulanya hanya diperuntukkan sebagai sarana
pelengkap dalam terapi pengobatan oleh para tetua masyarakat setempat. Dalam
pembuatannya, para pengrajin kain sasirangan menerapkan proses pewarnaan dengan
perintang yaitu dijahit menggunakan benang atau tali rafia sesuai corak yang
dikehendaki. Selain diperoleh dari jahitan atau kombinasi ikatan, motif dan
corak kain sasirangan juga sangat dipengaruhi oleh komposisi warna yang
diciptakan. Berikut kami bagikan proses lengkap pembuatan kain
sasirangan.

Sumber :
http://www.martapura.org/
Menyiapkan Kain Putih
Langkah pertama dalam
membuat kain sasirangan yaitu mempersiapkan bahan kain putih polos sesuai
dengan ukuran yang diinginkan. Pada awal kemunculannya bahan baku yang
digunakan untuk membuat kain sasirangan yaitu berupa serat kapas (cotton),
namun seiring berjalannya waktu saat ini lebih banyak memanfaatkan material
lain seperti santung, balacu, kaci, king, satin, polyester, rayon, dan
sutera.

Sumber :
http://amalsafwanah.blogspot.com/
Ingin belajar membatik?
Klik Disini untuk melihat video tutorial membatik.
Pembuatan Pola Desain
Pada Media Kain
Setelah itu
dilanjutkan dengan pembuatan pola gambar tradisional sesuai dengan motif yang
dikehendaki. Pola-pola inilah yang kemudian dijadikan patokan dalam menjahit
kain tersebut.

Sumber :
http://www.indonesia.travel/
Menjahit Jelujur
Selanjutnya pola-pola
tersebut dijahit jelujur menggunakan benang atau bahan perintang lainnya dengan
jarak satu sampai dua mili meter atau dua sampai tiga mili meter. Benang-benang
yang terdapat pada setiap jahitan-jahitan pola tersebut ditarik sampai
membentuk kerutan-kerutan.

Sumber :
http://santidiwyarthi.blogspot.com/
Ingin membeli alat-alat
membatik? Klik Disini untuk
mendapatkan alat-alat membatik.
Membersihan Kain
Bila kain yang
digunakan mengandung kanji maka harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara
merendamnya dalam air dingin yang telah dicampur dengan kaporit selama satu
malam.
Pewarnaan Kain
Sedikitnya terdapat
tiga cara pewarnaan kain sasirangan, diantaranya pencelupan, pencoletan, serta
kombinasi keduanya (pencelupan dan pencoletan).
a. Teknik pencelupan digunakan untuk memperoleh satu warna saja, yaitu dengan cara mencelupkan kain ke dalam larutan zat pewarna, kecuali pada bagian kain yang dijelujur. Bagian yang dijelujur akan tetap berwarna putih.
b. Pewarnaan dengan cara dicolet biasanya dilakukan apabila motif yang dibuat memerlukan lebih dari satu warna.
c. Pada teknik pencelupan dan pencoletan, untuk memperoleh warna dasar yang bagus kain dicelup terlebih dahulu kemudian dicolet dengan variasi warna sebagaimana telah direncanakan.
a. Teknik pencelupan digunakan untuk memperoleh satu warna saja, yaitu dengan cara mencelupkan kain ke dalam larutan zat pewarna, kecuali pada bagian kain yang dijelujur. Bagian yang dijelujur akan tetap berwarna putih.
b. Pewarnaan dengan cara dicolet biasanya dilakukan apabila motif yang dibuat memerlukan lebih dari satu warna.
c. Pada teknik pencelupan dan pencoletan, untuk memperoleh warna dasar yang bagus kain dicelup terlebih dahulu kemudian dicolet dengan variasi warna sebagaimana telah direncanakan.

Sumber :
http://www.melayuonline.com/
Melepas Jahitan
Jelujur
Selanjutnya
benang-benang jahitan atau ikatan pada kain yang digunakan untuk menjelujur
tersebut kemudian dilepaskan seluruhnya, apabila kain dirasa sudah agak kering.
Sehingga akan terlihat motif-motif bekas jahitan yang tampak diantara kain
tersebut.

Sumber :
http://ikm.kemenperin.go.id/
Ingin membeli batik tulis
eksklusif? Klik Disini untuk melihat
katalog kain batik.
Pencucian
Setelah seluruh
perintang dilepaskan, barulah kemudian dicuci sampai bersih ditandai dengan air
bekas cuciannya yang jernih atau tidak berwarna lagi.
Sumber :
http://www.indonesia.travel/
Pengeringan
Tahap selanjutnya,
kain dijemur di tempat yang teduh dan tidak terkena paparan sinar matahari
langsung.

Sumber :
http://budaya-indonesia.org
Finishing / Disetrika
Sebagai penyempurnaan
akhir dari proses pembuatan kainsasirangan, kain tersebut kemudian di setlika
agar menjadi halus, licin dan rapi.

Sumber :
http://www.inibangsaku.com/
Semoga bermanfaat.
